Gantungan Kunci
Tanggal 6 Juni sampai 10 Juni yang lalu, sekolah gw ngadain sebuah program pembelajaran yang namanya studi ekskursi. Tahun ini, studi ekskursi angkatan gw dibina dan didampingi langsung oleh para anggota tim KOMPAS untuk membuat sebuah berita koran dalam kurun waktu tiga hari *Tiga hari! lama banget, kata gw sok hebat.
Nah, untuk membuat berita koran itu, para siswa-siswi kelas 10 dibagi dalam 25 kelompok yang beranggotakan masing-masing kelompok 10 sampai 12 murid yang berasal dari tiap kelas yang berbeda. Dan gw masuk ke dalam sebuah kelompok yang kelihatannya suram, tapi sebenarnya "memang suram" yaitu kelompok dua, yang beranggotakan sepuluh monyet yang "untungnya" cerdas. Siapa sajakah monyet-monyet beruntung yang menjadi anggota kelompok gw? mereka adalah Ocha, Karin, Andi, Nauval, Vita, Andi, Flavia, Akri, Jasmine, dan Bento *Bento itu gw. Oia, nama kelompok gw itu LIBERTI yang artinya Liputan Berita Terkini *Nama kelompoknya aja udah menarik, bagaimanakah dengan isinya? Sama sekali enggak!! T_T.......
Pada awalnya sih kelompok gw memang terlihat seperti orang-orang yang sedang bermusuhan (berpencar-pencar). Namun seiring dengan menggelindingnya waktu, akhirnya kami pun dapat saling mengenal satu dengan lainnya. Dan dari situ gw dan kelompok gw mulai beraksi selayaknya sekelompok pasukan khusus yang sedang membuat rencana besar-besaran *mungkin SWAT atau DENSUS pun kalah jauh kalau dibandingkan dengan kelompok gw. Halah....
Hari pertama acara gw jalani dengan perasaan boring setengah mampus. Gimana gak boring kalau selama seharian gw cuma duduk diem, terus dengerin orang ngasih arahan dan teori. Hari keduanya gw jalani dengan sedikit canda-gurau dengan kelompok gw sambil bikin skema dan desain untuk berita koran yang akan diterbitkan oleh kelompok gw. Wih gila gw gak nyangka ternyata dibalik wajah-wajah "madesu" monyet-monyet ini, terdapat jiwa kuli (kerja keras) yang dengan terpaksa harus gw berikan dua jempol sekaligus *hehehe..gak ding...
Hari ketiga adalah hari yang paling berat plus berkeringat. Soalnya pas hari ketiga ini masing-masing anggota sudah harus memiliki bahan dan juga sudah harus selesai menge-print untuk segera di tempelkan pada lembar desain keesokan harinya. Macem-macem sih bahannya, ada yang tugasnya membuat foto lepas, ada yang buat head-line, ada yang buat grafik, pokoknya macem-macem deh. Dari situ gw merasa kalau kelompok gw itu ternyata kelompok yang bisa diajak kerja sama. Tidak ada rasa egoisme, mereka semua mau bekerja dan berusaha alias gak ada yang mau berbuat gabut *gak mau kerja. Hari ketiga berjalan dengan tegang dan berat.
Tibalah akhirnya pada hari ke empat. Hari yang paling menentukan dan penuh dengan kekhawatiran, takut korannya tidak selesai tepat pada waktunya. Hari itu kelompok gw berkumpul pada jam setengah delapan pagi, dan kami langsung mengumpulkan tugas kami masing-masing dan menempelkannya sesuai rancangan. Lem, gunting, printer, penggaris, dan laptop semuanya kami keluarkan untuk menyatukan hasil karya kami ini. Dengan sedikit perdebatan dan masukkan-masukkan dari tiap anggota, dengan secepatnya kami menempelkan semua bahan kamike kertas kerja kelompok kami.
Semua bahan telah selesai di tempel dan siap dikumpulkan. Setelah kami menempelkan bagian terakhir yaitu logo koran kebanggaan kami, dengan perasaan harap-harap cemas kelompok kami mengumpulkan koran kami setengah jam sebelum batas waktu pengumpulan terakhir dan koran kami di pajang pada urutan pengumpulan ke-9.
Setelah semua kelompok mengumpulkan korannya, jangtung kami tambah berdegup dengan kencang seperti sedang menonjok dari dalam. Panitia pun sudah siap untuk mengumumkan siapa sajakah pemenangnya. Saat itu gw gak berharap kalau kelompok gw bakalan juara, hal itu dapat dibuktikan dengan kesibukan nge-kaskus ketika para juri sedang menyebutkan nama kelompok gw sebagai juara ke-3.
Tersentak gw kaget dan lalu membanting laptop teman gw dan menginjak-injaknya *Lebay, heheheh ya enggak lah...... Dengan tangisan kemenangan gw dan kelompok gw maju ke depan dan di foto oleh ribuan paparazi *Lebay lagi. Oi ada obat anti lebay ga, buat ngilangin penyakit gw ini? heheheheh. Gw maju barang-bareng kelompok gw dan menerima sekotak kecil sebagai hadiahnya. Terus terang gw kaget, isi kotak hadiahnya apaan soalnya enteng banget mana kecil pula. Setelah selesai berfoto-foto dan bersalama-salaman kami kembali ke tempat duduk lesehan kami dan bersiap-siap untuk membuka hadiah misterius itu.
Satu, Dua, Tiga dan duar hancurlah seluruh Gonzaga den sekitarnya *hehehehe......no comment. Gubrak, ternyata hadiahnya cuma sepuluh gantungan kunci bermotif batik dengan aneka bentuk dan warna. Kami pun menangis dengan lebih kencang lagi. Bukan karena bahagia, tapi karena menyesal *parah.
Tapi di balik itu semua, terdapat begitu banyak pengalaman yang sangat berharga bagi kami semua, terlebih gw. Tidak peduli seberapa kecilnya hadiah itu, yang penting perjuangan dan pengalamannya sudah cukup buat gw. Bahkan lebih berharga. Setidaknya sekarang gw memiliki lebih banyak teman lagi sebagai keluarga.
Nah, untuk membuat berita koran itu, para siswa-siswi kelas 10 dibagi dalam 25 kelompok yang beranggotakan masing-masing kelompok 10 sampai 12 murid yang berasal dari tiap kelas yang berbeda. Dan gw masuk ke dalam sebuah kelompok yang kelihatannya suram, tapi sebenarnya "memang suram" yaitu kelompok dua, yang beranggotakan sepuluh monyet yang "untungnya" cerdas. Siapa sajakah monyet-monyet beruntung yang menjadi anggota kelompok gw? mereka adalah Ocha, Karin, Andi, Nauval, Vita, Andi, Flavia, Akri, Jasmine, dan Bento *Bento itu gw. Oia, nama kelompok gw itu LIBERTI yang artinya Liputan Berita Terkini *Nama kelompoknya aja udah menarik, bagaimanakah dengan isinya? Sama sekali enggak!! T_T.......
Pada awalnya sih kelompok gw memang terlihat seperti orang-orang yang sedang bermusuhan (berpencar-pencar). Namun seiring dengan menggelindingnya waktu, akhirnya kami pun dapat saling mengenal satu dengan lainnya. Dan dari situ gw dan kelompok gw mulai beraksi selayaknya sekelompok pasukan khusus yang sedang membuat rencana besar-besaran *mungkin SWAT atau DENSUS pun kalah jauh kalau dibandingkan dengan kelompok gw. Halah....
Hari pertama acara gw jalani dengan perasaan boring setengah mampus. Gimana gak boring kalau selama seharian gw cuma duduk diem, terus dengerin orang ngasih arahan dan teori. Hari keduanya gw jalani dengan sedikit canda-gurau dengan kelompok gw sambil bikin skema dan desain untuk berita koran yang akan diterbitkan oleh kelompok gw. Wih gila gw gak nyangka ternyata dibalik wajah-wajah "madesu" monyet-monyet ini, terdapat jiwa kuli (kerja keras) yang dengan terpaksa harus gw berikan dua jempol sekaligus *hehehe..gak ding...
Hari ketiga adalah hari yang paling berat plus berkeringat. Soalnya pas hari ketiga ini masing-masing anggota sudah harus memiliki bahan dan juga sudah harus selesai menge-print untuk segera di tempelkan pada lembar desain keesokan harinya. Macem-macem sih bahannya, ada yang tugasnya membuat foto lepas, ada yang buat head-line, ada yang buat grafik, pokoknya macem-macem deh. Dari situ gw merasa kalau kelompok gw itu ternyata kelompok yang bisa diajak kerja sama. Tidak ada rasa egoisme, mereka semua mau bekerja dan berusaha alias gak ada yang mau berbuat gabut *gak mau kerja. Hari ketiga berjalan dengan tegang dan berat.
Tibalah akhirnya pada hari ke empat. Hari yang paling menentukan dan penuh dengan kekhawatiran, takut korannya tidak selesai tepat pada waktunya. Hari itu kelompok gw berkumpul pada jam setengah delapan pagi, dan kami langsung mengumpulkan tugas kami masing-masing dan menempelkannya sesuai rancangan. Lem, gunting, printer, penggaris, dan laptop semuanya kami keluarkan untuk menyatukan hasil karya kami ini. Dengan sedikit perdebatan dan masukkan-masukkan dari tiap anggota, dengan secepatnya kami menempelkan semua bahan kamike kertas kerja kelompok kami.
Semua bahan telah selesai di tempel dan siap dikumpulkan. Setelah kami menempelkan bagian terakhir yaitu logo koran kebanggaan kami, dengan perasaan harap-harap cemas kelompok kami mengumpulkan koran kami setengah jam sebelum batas waktu pengumpulan terakhir dan koran kami di pajang pada urutan pengumpulan ke-9.
Setelah semua kelompok mengumpulkan korannya, jangtung kami tambah berdegup dengan kencang seperti sedang menonjok dari dalam. Panitia pun sudah siap untuk mengumumkan siapa sajakah pemenangnya. Saat itu gw gak berharap kalau kelompok gw bakalan juara, hal itu dapat dibuktikan dengan kesibukan nge-kaskus ketika para juri sedang menyebutkan nama kelompok gw sebagai juara ke-3.
Tersentak gw kaget dan lalu membanting laptop teman gw dan menginjak-injaknya *Lebay, heheheh ya enggak lah...... Dengan tangisan kemenangan gw dan kelompok gw maju ke depan dan di foto oleh ribuan paparazi *Lebay lagi. Oi ada obat anti lebay ga, buat ngilangin penyakit gw ini? heheheheh. Gw maju barang-bareng kelompok gw dan menerima sekotak kecil sebagai hadiahnya. Terus terang gw kaget, isi kotak hadiahnya apaan soalnya enteng banget mana kecil pula. Setelah selesai berfoto-foto dan bersalama-salaman kami kembali ke tempat duduk lesehan kami dan bersiap-siap untuk membuka hadiah misterius itu.
Satu, Dua, Tiga dan duar hancurlah seluruh Gonzaga den sekitarnya *hehehehe......no comment. Gubrak, ternyata hadiahnya cuma sepuluh gantungan kunci bermotif batik dengan aneka bentuk dan warna. Kami pun menangis dengan lebih kencang lagi. Bukan karena bahagia, tapi karena menyesal *parah.
Tapi di balik itu semua, terdapat begitu banyak pengalaman yang sangat berharga bagi kami semua, terlebih gw. Tidak peduli seberapa kecilnya hadiah itu, yang penting perjuangan dan pengalamannya sudah cukup buat gw. Bahkan lebih berharga. Setidaknya sekarang gw memiliki lebih banyak teman lagi sebagai keluarga.